Kisah Pemuda Sukses yang masih rela berkorban
Suatu kisah terjadi pada tahun 2009 di stasiun Bandung, siang yang bergitu terik
membuat udara Kota Bandung yang dikenal dengan kesejukannya menghilang.terik mengubah
sejuk Bandung di siang hari. Pada siang itu kira-kira pukul 11.00 kereta tujuan surabaya
akan segera berangkat. Tampak seorang pemuda berjas lengkap dengan tas koper mewah,jam tangan
mahal dan rapi seperti orang kantoran memasuki gerbong kereta kelas ekonomi
Kehadiran pemuda ini memang tampak aneh,kereta pun berangkat tepat pukul 11.00 seperti
biasa kereta gerbong ekonomi memang biasa menjadi langganan masyarakat ekonomi kelas kebawah
yaahh,semua orang rata-rata tampil sederhana seperti masyarakat biasa jadi sangat mengherankan
jika ada ekskutif muda di gerbong kereta ekonomi memang.
Hampir semua orang didalam kereta melihat kearah pemuda tersebut melihat dengan tatapan
aneh dan jengkel. Seorang ibu mulai membicarakan pemuda tersebut dengan sebelahnya " itu orang
mau ngapain coba naik ekonomi tapi pakaian rapi banget mau pamer apa". Ditambah lagi pemuda itu
mengeluarkan handphone model terbaru yang cukup mahal. Pemuda tersebut sibuk mengetik sms
untuk bernegosiasi dengan salah satu perusahaan.
Seorang anak muda juga mulai berkata dalam hati " ini orang sombong banget kali mau pamer
didepan orang gak punya pake naek ekonomi lagi kayak gak ada gerbong bisnis aja,heran pamer itu
depan orang-orang kaya juga biar sepadan" imbuhnya dalam hati.
Pemuda tersebut mulai merasa gerah dengan sesak dan panasnya kereta ekonomi yang sangat
ramai tetapi dia tetap senang hati sambil berbicara dalam hati " gerbong ekonomi memang sangat
tidak nyaman dan panas, tapi tak apalah kasihan ibu tua tadi,biarlah dia naik kereta AC agar tidak
kepanasan.HP pemuda itu pun berbunyi dan dia melihat sms dengan sangat gembira karena peru
sahaan mau untuk memberikan donasi untuk anak yatim di yayasannya
Ternyata sebelum berangkat pemuda ini menukarkan tiket bisnisnya kepada ibu tua yang akan
naik kereta ekonomi. Pemuda tersebut tidak tega melihat seorang ibu tua kepanasan dan desak-
desakan dalam kereta.Pemuda tersebut juga membuka Hp untuk negosiasi untuk membujuk donatur
agar mau memberikan bantuan.
Note: Janganlah menilai seseorang dengan hanya melihat. nilai lah seseorang jika sudah mengetahui
semuanya,kadang apa yang tidak terlihat mata itulah kenyataannya.
Share and commend please,komentar dari kalian akan sangat membangun..

0 komentar:
Posting Komentar